Pada hari Selasa 15 Januari 2019 bertempat di Ruang 204, ASM Ariyanti menerima Kunjungan dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI)

WIL IV JABAR DAN BANTEN. Kedatangan Bapak Prof. Dr. Uman Suherman AS,M.Pd selaku Kepala LLDIKTI Wil.IV disambut oleh Pengurus Yayasan Pendidikan Ariyanti, jajaran Pimpinan ASM Ariyanti beserta Kaprodi dan para Dosen Tetap di lingkungan ASM Ariyanti.

Kunjungan ke perguruan tinggi yang berada dalam wilayah cakupannya yaitu Jawa Barat dan Banten merupakan salah satu program dari LLDIKTI Wil. IV sebagai bentuk kepedulian dan perhatian serta terjalin hubungan yang lebih baik dengan seluruh perguruan tinggi swasta di wilayah Jabar dan Banten.

Setelah sambutan oleh Direktur ASM Ariyanti, Bpk. Deni S Hambali M,Si didampingi Pembantu Direktur I Bidang Akademik, Ibu Ela Julaeha, S.Pd.,M.Pd. Prof. Dr. Uman Suherman AS,M.Pd menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan nya ke kampus ASM Ariyanti yaitu dalam rangka silaturahmi dan menjalankan fungsi pembinaan, pengendalian dan pengawasan kepada Penyelenggara dan Pengelola Pendidikan serta Dosen ASM Ariyanti.


Prof. Uman pada kesempatan ini juga menyinggung terkait keinginan ASM Ariyanti menjadi perguruan tinggi Politeknik dalam beberapa tahun ke depan. Sebagai perguruan tinggi vokasi, ASM Ariyanti sudah memiliki modal untuk pengembangan menjadi politeknik. 

Kemudian,  Prof. Dr.  Uman Suherman AS,M.Pd juga menjelaskan berbagai hal yang menjadi tantangan dari perguruan tinggi saat ini diantaranya Kampus harus mampu menunjukkan keunggulan yang dimiliki dibanding kampus lain. Karena di berbagai daerah baik kota maupun kabupaten juga terdapat perguruan tinggi yang mungkin memiliki kualitas sama dengan kampus ini yang menyebabkan persaingan dalam penyerapan mahasiswa.

Daya serap perguruan tinggi merupakan salah satu indicator dari mutu sebuah perguruan tinggi. Dan mutu perguruan tinggi dapat dilihat dari hasil Akreditasi yang diperoleh perguruan tinggi dan program studi. Karena akreditasi merupakan muara dari seluruh aspek yang dimiliki oleh perguruan tinggi. Oleh karena itu, untuk mencapai keunggulan dan memiliki mutu yang terbaik harus lah didukung oleh Kompetensi Lulusan yang memiliki daya saing. Adapun untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing ini ditentukan oleh Kualitas Pembelajaran dan Dosen.

Mahasiswa sebagai sasaran dari pendidikan di perguruan tinggi haruslah mendapatkan proses pembelajaran yang baik. Sehingga ketika mahasiswa tersebut lulus, tidak hanya keterampilan teknis tetapi juga memiliki nalar dan daya pikir yang mumpuni serta karakter yang kuat sehingga dapat bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain.

Proses pembelajaran untuk mendukung keunggulan kompetensi yang diperoleh mahasiswa haruslah diselenggarakan dengan baik. Penyelenggaraan proses pembelajaran yang berkualitas ini di pengaruhi oleh Sarana dan prasarana pendukung yang memadai serta Kualitas Dosen yang mengajar.

Dosen sebagai pendidik harus dapat memberikan materi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, seorang dosen juga harus mampu memberikan nilai-nilai filosofi kepada mahasiswa, mengembangkan dan meningkatkan daya piki/nalar mahasiswa. Dosen pun harus terus belajar dan meningkatkan kualitas diri dengan membuat karya ilmiah, mengikuti atau mengisi forum seminar sebagai salah satu bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Oleh karena itu, Peningkatan kompetensi mahasiswa, perbaikan proses pembelajaran dan pengembangan kualitas dosen dalam rangka pencapaian keunggulan dan memiliki mutu yang terbaik sebagai langkah menuju perwujudan visi dan misi serta tujuan akademi tidak bisa dilakukan oleh salah satu pihak baik pengelola pendidikan dan/atau sebaliknya. Penyelenggara pendidikan dalam hal ini Yayasan dan pengelola pendidikan haruslah memiliki pemikiran yang selaras dengan perencanaan yang matang. Dengan perencanaan yang baik dengan pengaplikasian rencana yang sesuai, bukan tidak mungkin menjadikan Akademi Sekretari dan Manajemen Ariyanti sebagai institusi pendidikan vokasional akan mencapai keunggulan dan memiliki mutu sebagaimana yang diharapkan. Karena pada dasarnya, pendidikan merupakan sebuah usaha sadar dan terencana.